Universitas Sebelas Maret (UNS) Peduli Banjir dan Tanah Longsor



[K7119113][Ibnu Hakim] Penulis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

A. Latar Belakang
Banjir dan tanah longsor merupakan peristiwa alam yang sering terjadi di Indonesia apabila musim hujan tengah berlangsung. Awal tahun 2020, beberapa wilayah di Indonesia dikejutkan dengan turunnya hujan dengan curah yang lumayan tinggi. Sehingga berbagai bencana tidak bisa dihindari lagi seperti banjir dan tanah longsor khususnya di wilayah JABODETABEK dan sekitarnya. Hal ini berakibat buruk pada berbagai kegiatan dan aktivitas  masyarakatnya. Banyak kerugian yang dialami masyarakat baik secara material bahkan hilangnya beberapa nyawa. Kejadian buruk ini menarik simpati dari berbagai kalangan untuk membantu mereka yang sedang kesulitan misalnya saja Universitas Sebelas Maret. Sehingga tak heran kalau mereka memberikan berbagai macam bantuan kepada masyarakat JABODETABEK yang terdampak banjir dan tanah longsor.

B. Tujuan
Tujuan dari artikel ini adalah untuk berbagi informasi kepada khalayak umum bahwa instansi pendidikan di Indonesia seperti universitas, tidak hanya terpaku dalam proses pendidikannya saja. Mereka juga memiliki empati dan simpati serta nilai kemanusiaan yang tinggi apabila berbagai wilayah di Indonesia tertimpa bencana.

C. Pembahasan
Awal tahun 2020, Indonesia dikejutkan dengan turunnya hujan dengan intensitas yang cukup tinggi di beberapa wilayahnya. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, berbagai bencana alam pun menghampiri beberapa wilayah Indonesia seperti banjir dan tanah longsor. Wilayah JABODETABEK yang sudah menjadi langganan banjir dan tanah longsor dari tahun ke tahun, membuka mata berbagai khalayak dan instansi pendidikan di Indonesia. Sehingga sebagian dari mereka bersimpati dan memberikan uluran tangan tak terkecuali Universitas Sebelas Maret atau yang biasa disebut UNS. UNS peduli bencana banjir dan tanah longsor yang di koordinatori oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Kuncoro Diharjo datang ke lokasi bencana dengan membawa tim UNS tanggap bencana antara lain Tim SAR, Tim Medis dari Fakultas Kedokteran dan mapala serta IKA UNS. UNS peduli banjir merupakan bentuk kepedulian UNS yang sudah dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya. Banjir dan tanah longsor yang melanda Jakarta dan sekitarnya dapat terjadi karena beberapa faktor baik alam maupun karena faktor manusia.
Faktor alam mengakibatkan banjir di Jakarta karena hujan dan faktor manusia adalah karena masih ada warga yang membuang sampah sembarangan, kurangnya daerah resapan air yang telah di alih fungsikan juga merupakan faktor terjadinya bencana ini. Tanah longsor yang terjadi di Bogor terjadi karena faktor curah hujan yang tinggi dan sedikitnya pohon yang dapat menyangga tanah sehingga terjadi longsor yang merusak rumah dan fasilitas. Berbagai bantuan berupa relawan dan tim selalu diterjunkan oleh pihak UNS untuk membantu kelancaran evakuasi dan lain-lain. Bantuan berupa logistik, obat-obatan dan kebutuhan lainnya dari civitas akademika UNS diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bogor. Selain itu melalui IKA atau Ikatan Alumni UNS, berbagai bantuan juga diberikan di daerah Lebak, Banten, dan Bekasi. Hal ini merupakan bentuk kepedulian dari para alumni untuk korban. Bantuan ini lebih ditujukan kepada wilayah yang sangat terdampak. UNS melakukan konsistensinya dengan terus menerus mengirim bantuan hingga beberapa gelombang untuk membatu daerah daerah di Jakarta dan sekitarnya yang terdampak banjir serta tanah longsor. Akibat dari wilayah Jakarta dan sekitarnya terendam banjir, PPLH UNS menghimbau dan mengajak warga Soloraya untuk lebih waspada terhadap bencana karena bencana bisa datang kapan saja.

D. Kesimpulan
Bencana tidak dapat diprediksi kapan dia akan datang. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha untuk mencegah agar bencana seperti banjir dan tanah longsor tidak terjadi, seperti melakukan pembersihan sungai, membuang sampah pada tempatnya, membuka lahan terbuka hijau untuk daerah resapan, serta menanam pohon yang akarnya kuat agar bisa menunjang tanah. Sebenarnya hal-hal yang sederhana ini dapat kita terapkan untuk mencegah bencana ini. Namun, apabila bencana ini tetap terjadi, seluruh pihak, relawan, tim medis pastinya akan tetap membantu para korban yang terkena bencana. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh tim dari UNS.

Komentar